Stunting adalah masalah gizi kronis yang penyebabnya adalah asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan,
terjadinya stunting mulai dari dalam kandungan ibu si bayi tapi baru terlihat, saat anak tersebut berusia dua tahun, ungkap kades Atue Abdul Hamid R, Bsc saat ditemui media ini di ruang kerjanya beberapa waktu lalu
Stunting diartikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak
Ada beberapa faktor penyebab stunting seperti ekonomi keluarga, penyakit atau infeksi berkali-kali, kondisi lingkungan baik itu polusi udara, air bersih bisa juga mempengaruhi stunting
Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting, sebagai upaya agar anak-anak ini dapat tumbuh dan berkembang, secara optimal dan maksimal
Lanjut Hamid, di tahun 2019 warga yang terdampak stunting sebanyak 9 orang, setelah dijaga gizinya dan diberi makan yang cukup bervitamin, termasuk susu, dan bubur, maka di tahun 2022 ini warga yang terdampak stunting tersisa 4 orang
setiap hari posyandu kader- kader posyandu memberi apa saja yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak stunting, dan memang sudah dianggarkan di dana desa
Desa atue, kec. Malili kab. Luwu Timur- Sulsel, ini ada satu posyandu untuk melayani dua dusun
Hamid menambahkan, kami pemerintah desa selalu memperhatikan soal stunting ini disetiap hari posyandu, agar kader- kader posyandu bekerja sebaimana mestinya,
Dengan harapan di tahun 2023 nanti tidak ada lagi masyarakat yang terkena stunting, ungkapnya (BP/ red )
FOLLOW THE Buser Press Kunjungi dan Pasang Sekarang
Follow Buser Press on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram