Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, ungkap Lurah Tomoni Erries Aitiefviana, A. Md saat ditemui media ini di ruang kerjanya Selasa, 20/12/2022
Stunting mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek ( kerdil) dari standar usianya,
Kondisi tubuh anak yang pendek sering kali dikatakan sebagai faktor keturunan ( genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya, padahal genetik merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan,
Lanjut, perkembangan balita bisa dilihat secara nyata setelah anak itu berusia 2 tahun seperti lambat bicara atau karena perkembangan tubuhnya tidak bagus,
usia sekian harusnya berapa centi meter tingginya, kalau dia kerdil tidak berkembang itu sudah katergori stunting tapi ada pengecualian kalau memang turunannya tidak pendek, kalau turunannya pendek tidak mungkin bisa tinggi itu anak
Bu Lurah menambahkan, di kelurahan Tomoni kec.Tomoni kab. Lutim- sulsel ini yang terdampak gejalah stunting awalnya ada 3 balita tapi 1 orang balita sudah teratasi yang masih 2 balita ini yang dipantau terus oleh ibu bidan dan juga kader posyandu
Upaya kami disini soal pencegahan yakni memberikan makanan tambahan, vitamin, susu dan diberikan langsung
kader posyandu, secara terus menerus memonitor perkembangannya, ungkapnya (BP/red)
FOLLOW THE Buser Press Kunjungi dan Pasang Sekarang
Follow Buser Press on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram